Hanya Isyarat

Ada seseorang yang lagi di negeri orang, lalu menjalani kehidupan keluarga imigran yang sederhana. Setiap kali ibunya hendak menghidangkan daging ayam sebagai lauk, ibunya pergi ke pasar untuk membeli bagian punggungya saja. hanya itu yang ibunya mampu beli. orang itu pun beranjak besar tanpa tahu bahwa ayam memiliki bagian lain selain punggung. Ia tidak tahu ada bagian paha, dada atau sayap. Punggung menjadi satu-satunya definisi yang ia punya tentang ayam.


Aku jatuh cinta. Namun orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggungya saja. Seseorang yag hanya sanggup kuhayati bayangannya dan tak akan pernah kumiliki keutuhannya. Seseorang yang hadir bagai bintang jatuh yang lenyap keluar di bingkai mata sebelum tangan ini mampu mengejar. Seseroang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan. Seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk punggung karena kalau sampai ia berbalik, niscaya hati ini akan hangun oleh cinta dan siksa.


Orang yang menikmati punggung ayam tanpa tahu ada bagian lain adalah orang yang berbahagia. Ia hanya mengetahui apa yang ia sanggup miliki. Aku adalah orang yang paling bersedih, karena aku mengetahui apa yang tidak sanggup aku miliki.Dee –> RECTOVERSO
Dewi Lestari

Advertisements

Categories: Daily Thought

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s