Don’t judge a smoker

Dalam postingan gue kali ini bukan berarti gue mendukung perokok (karena latar belakang bokap gue yang perokok berat). Tapi gue Cuma mau berbagi pandangan gue tentang seorang perokok.

Latar belakang kenapa orang memilih rokok itu banyak. Ada yang karena pergaulan, masalah, stress, dll. Dan mereka menjadi seorang pecandu rokok karena sugesti dan rasa asam di mulut kalau tidak merokok.

Nggak semua orang perokok itu bersifat buruk.

Banyak orang yang men-judge kebiasaan merokok itu = memiliki tabiat yang udah pasti buruk. Menurut gue itu salah banget. Lo baru bisa men-judge orang itu kayak gimana kalo lo udah kenal sama orang itu. Kenali dulu. Mereka semua juga ngerokok pasti ada alesannya. Ada yang karena lingkungannya, ada juga karena stress, dll. Jangan kira karena mereka ngerokok terus mereka nggak pantes jadi temen lo. Lo salah besar, justru sebenernya orang kayak mereka sebagian besar justru enak buat jadi temen, ngobrol, dll. Masalah lo takut ikutan punya kebiasaan buruk (ngerokok) kaya mereka, ya itu tergantung lo’nya. Lo kuat iman apa nggak, hahaha. Khusus cewek, tenang aja, teman lo (cowok) yang deket sama lo sekalipun nggak bakal ngajakin lo buat jadi seorang peroko, tapi ati-ati sama temen lo yang sesama cewek juga, justru mereka lah yang bisa menjerumuskan lo.

Ada temen gue yang cerita “Aku baru pertama kali aja ketemu persekutuan (kumpulan temen-temen seiman) kaya gini, yang baik, saling mengasihi, bla bla bla.. Beda sama temen (misalnya) Gereja aku, padahal mereka baru keluar dari Gereja, tapi mereka udah langsung nyalain rokok”Helloww.. sekali lagi gue tegasin, ga semua perokok punya tabiat buruk. Dengan kalimat kaya gitu, berarti para perokok telah ter-judge kalo mereka itu buruk banget (bukan orang baik, nggak saling mengasihi, urakan, dll). Mereka palingan langsung ngerokok karena mereka udah tersugesti ataupun ngerasa asam. Lagian kalo emang nggak boleh ngerokok di lingkungan suatu tempat, ditulis dong “No Smoking” biar para perokok nyadar, atau enggak tegor langsung aja. Lagian (lagi) mereka ngerokok nggak didepan pintu Gereja atau pas lagi salaman sama pendetanya kan? Palingan ngerokok di luar gerbang Gereja ataupun di lingkungan sekitar pas lagi ngobrol-ngobrol sama temennya. Lagian, apa hubungannya gelar perokok dengan iman? Ga ada perundang-ndangan yang mengatur kalo seorang perokok itu berarti nggak punya iman kan? Who knows kalo mereka punya iman yang lebih besar dari kita. Gu berani ngomong kaya gini karena banyak teman gue (yang seagama sama gue), walaupun mereka perokok, suka nongkrong-nongkrong, dan tergolong bad boy, tapi mereka percaya banget sam Tuhan, mereka ada buat Tuhan, mereka punya talenta bermain musik dan itu menjadi bidang pelayanan mereka buat Tuhan. Walaupun kelakuan luar mereka keliatan urakan gitu, tapi kenalli dulu hatinya.

Terus, gue juga nggak suka sama orang yang berani ngomong dibelakang doang kalo mereka nggak suka asap rokok. Jadi begitu ketemu orang yang lagi ngerokok cuma masang tampang mutung (merengut), sok batuk-batuk, sok kipas-kipasin asapnya. Tolong lah yaa, ngomong langsung aja di depannya meeen, pengecut abis. Bilang depan mukanya kalo lo nggak bisa sama asap rokok. Kalo lo ngomong baik-baik juga mereka akan ngerti. Justru kalo lo berbuat kayak tadi itu, mereka malah nggak suka sama lo, tersinggung dan segala macemnya. Buat yang cewek lagi, tenang aja, temen-temen yang cowok biasanya agak enggan kalo asepnya harus kena ke kita. Oke mereka tetep ngerokok didepan kita, tapi asepnya dibuang kemana supaya nggak kena kita. Jadi nggak perlu khawatir.

Hemh, bokap gue perokok berat, temen-temen gue juga banyak yang ngerokok. Gue suka nggak suka aja kalau ada orang yang suka men-judge orang lain tanpa kenal orang itu (termasuk perokok). Justru kebanyakan orang yang seperti mereka sangat enak buat jadi temen, jadi orang yang bisa diandalkan, dan punya banyak sisi positif. Yap, ngerokok itu emang kebiasaan buruk, tapi perokok itu belum tentu punya sifat dan perilaku yang buruk. Kita sebagai orang-orang yang berada di dekat mereka justru jangan jauhin mereka (rugi men, banyak yang bisa kita kagumi dari mereka). Dengan adanya kita, siapa tahu bisa nyadarin dan nguruangin kebiasaan buruk mereka itu.

Kebiasaan ngerokok itu bisa dihilangin secara perlahan, asal sang korban punya niatan banget. Dari mulai ngurangin jumlah rokok yang dikonsumsi tiap waktunya. Selalu sediaan permen atau permen karet sebagai pengganti rokok ketika sugesti dan rasa asam itu mereka rasakan.

Yah, walaupun sampai saat ini bokap gue belum berhasil keluar dari kebiasaan ngerokoknya, itu semua karena dari dirinya sendiri belum ada niatan. Padahal harus diinget, rokok itu punya efek samping yang sangat berbahaya, yaitu kanker, serangan jantung dan hipotensi kehamilan.

Dan gue adalah seorang perokok pasif, parahnya, itu semenjak kecil.

Advertisements

Categories: Daily Thought

Tagged as: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s