Rumput Tetangga. Rumput Kita.

Alkisah, ada seekor tikus desa yang hidup bahagia di desanya. Punya banyak teman dan keluarga yang harmonis. Lingkungan yang nyaman, hingga si tikus ini bebas hendak bermain kemanapun di desa tersebut. Suatu hari, datanglah saudaranya dari kota. Si tikus kota ini menceritakan kenikmatannya hidup di kota. Kota yang selalu terkesaan ‘wah’. Kota yang menyajikan banyak makanan. Kota yang bisa membuatnya membuka mata tentang dunia. Singkat cerita, tikus kota ini mengajak si tikus desa untuk hidup di kota. Mendengar cerita-cerita tersebut, tikus desa sangat tertarik untuk ikut ke kota. Maka tikus desa tersebut pun ikut serta menginjakkan kaki di kota besar tersebut. Begitu masuk ke kota, tikus desa tak henti-hentinya mengucapkan kekagumannya, apalagi ketika melihat banyak sekali makanan berlimpah di kota. Suatu ketika, untuk pertama kalinya (di kediaman tikus kota), tikus desa yang lapar melihat makanan lezat tak jauh dari dirinya. Namun, baru saja si tikus desa mendekatinya, terdengar gonggongan seekor anjing “guuuk…raaawwrrrr..gukgukk..”. Tikus desa kaget dan lari menghindari kejaran anjing tersebut. Jangankan hanya harus menghindar dari anjing tersebut, tapi si tikus desa ternyata juga harus menghindar dari jeratan (perangkap) tikus yang ada di setiap sudut ruangan. Setelah berhasil kabur, si tikus desa pun berkata kepada tikus kota “Duh, lebih baik aku pulang saja. Di desa meskipun tidak selalu banyak makanan dan hidup mewah, paling tidak aku bisa hidup dengan damai sejahtera.”

Yap, terkadang kita melihat betapa lebih enaknya kehidupan orang lain, bahkan terkadang iri dengan kehidupan mereka. Tapi nyatanya, setiap kehidupan kita itu memiliki cerita, liku, suka, duka, yang berbeda. Apa yang kita lihat tentang kehidupan orang lain hanyalah luarnya saja, dalamnya?? Rumput tetangga belum tentu senyaman rumput kita. Belum tentu apa yang kita lihat seenak penglihatan kita tersebut. Kehidupan orang lain itu, belum tentu sesuai dengan kehidupan kita. Jangan pernah tersihir akan kehidupan orang lain, akan apa yang mereka miliki atau alami, karena itu akan mengambil sukacita yang sudah kit punyai.

Advertisements

Categories: Daily Thought

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s