PEJABAT JALANAN

Tiga minggu sudah gue melakukan penelitian di jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat – Jakarta Barat, kurang lebih 4km. Tiga minggu ini menjadikan gue terkenal di jalan ini. Sebut saja gue ini, PEJABAT JALANAN, buka artis jalanan, bukan juga anak jalanan.

Menurut gue, artis jalanan itu sebutan bagi orang yang bekerja di dunia entertain, tapi ya di jalanan lahan mereka, misal pengamen, pesulap di bus, dan lain-lain. Sedangkan anak jalanan menurut gue adalah sebuah sebutan untuk anak atau orang yang hidup dan tinggal di jalanan, misal mereka yang tunawisma dan tinggal di kolong jembatan, anak-anak punk yang suka berkeliaran di jalanan, dan lain-lain. Nah, sedangkan pejabat jalanan, ya seperti gue ini, orang terkenal di medan tersebut, yang kerjanya ngobrol sama orang sana-sini di medan tersebut, disapa dan bahkan disalamin tiap kali lewat jalan tersebut.

Yaa, setelah tiga minggu ‘hidup’ di jalan itu, gue dikenal dan mengenal banyak orang disana, dari mulai pedagang kaki lima, tukang jualan keliling, tukang ojek, hingga karyawan-karyawan yang bekerja di ruas jalan tersebut. Namanya juga meneliti, otomatis gue harus ‘masuk’ dalam dunia jalan tersebut, membaur dan bercengkerama dengan yang lain. Awalnya segan dan takut, tapi bukan mahasiswa perencana kota namanya kalau tidak bisa berbaur dan menjiwai medan dan masyarakat disana. Hingga akhirnya gue bisa mendapatkan segala informasi tentang medan tersebut dan merasakan langsung apa yang mereka rasakan tentang medan tersebut.

Alhasil, tiap gue lagi bawa orangtua ataupun temen gue ke sana, mereka menertawai gue. Mereka merasa lucu karena gue banyak disapa sana-sini “Ehh, mbak Ria..” atau “Mbak Ria, apa kabar?” dan lain-lain. Ada lagi bapak-bapak yang nggak sekedar ucapan, tapi nyalamin sambil berdiri. Hahaha. Yaa.. namanya juga pejabat jalanan Dan gue bangga. Karena itu mengindikasikan bahwa gue telah berhasil. Selamat!!  8)

Oh iya, ini beberapa penggal bagian dari penelitian gue. Jangan kira  jalan gue se-simple jalan lain. Tidak. Lebarnya saja belasan meter dalam satu lajur, dan kedua lajur tersebut dipisahkan oleh sungai Ciliwung selebar lima meter. How???

Penampang Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Gakah Mada, DKI Jakarta

Advertisements

Categories: Daily Thought

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s