Pelayanan ala mereka :)

Halooo.. disini saya mau menceritakan beberapa bentuk pelayanan, yang mungkin orang lain atau bahkan bagi dirinya sendiri tidak menyadari kalau itu termasuk dalam pelayanan. Oke, tanpa basa-basi lagi, mari kita mulai.

Mahasiswa Pertama. Seorang pria batak (angkatan 2006 yang sudah lama lulus). Paling malas ikut persekutuan mahasiswa kristen, tapi punya kelompok kecil bersama kakak pembimbingnya walaupun dia tidak memiliki adik bimbingan. Aktif di dunia organisasi. Berkepribadian keras, namun mudah bergaul, amat sangat mengasihi dan mengayomi adik-adik tingkatnya yang notabene’nya beda suku, ras, dan agama. Pelatih basket di dunia kampusnya. Hobi merokok dan nongkrong. Low profile dengan vespanya selalu. Rajin gereja walaupun selalu sendirian.

Dari mahasiswa ini saya melihat bahwa dia melayani. Ya melayani lewat membimbing, bergaul, dan ramah kepada siapapun. Dia menjadi pelatih basket dengan ikhlas, tulus. Dia menjadi ketua sebuah partai kampus dengan kepemimpinan yang patut diacungi jempol. Kepintarannya mengambil hati banyak orang, disenangi banyak orang, mengayomi banyak orang, memperlihatkan bahwa dia punya kasih. Ya, mahasiswa ini sangat amat disenangi dan disegani oleh orang-orang di sekelilingnya. Walaupun dia tidak aktif di persekutuan sama sekali, dan memiliki kelompok kecil (KTB) yang tidak aktif, tapi ketika dia menyelipkan ucapan terima kasihnya kepada anggota-anggota KTB’nya, saya menyadari bahwa dia tetap mengasihi anggota-anggota KTB’nya yang jarang kumpul. Ibaratnya, orang yang udah jauh aja masih dia hargai, dia sayangi, apalagi orang-orang disekelilingnya.

Mahasiswa Kedua. Seorang pria Maluku. Sempat aktif di persekutuan, namun hanya di semester pertama dan kemudian termasuk menjadi mahasiswa yang malas datang ke acara persekutuan mahasiswa kristen. Memiliki best record dikampusnya. Sempat menjadi asdos (asisten dosen). Lulus tercepat di angkatannya dengan cumlaude. Memiliki skripsi yang dipuji sang dosen dan disarankan untuk diterbitkan menjadi buku. Mahasiswa fast track dan telah lulus tercepat juga dari S2’nya. Memiliki suara yang amat sangat bagus.

Setelah kenal mahasiswa ini lebih dalam, saya menyadari bahwa dia melayani orang-orang disekelilingnya dengan kebaikannya dalam membantu teman-teman dan adik-adik angkatannya dalam dunia akademik. Mahasiswa ini yang tidak pernah pamrih dalam menjawab pertanyaan dan mengajari orang-orang yang bertanya kepadanya, dia akan senantias menjawab dan mengajari bak seorang dosen. Dimana ada mahasiswa ini, pasti dia dikerubungi banyak mahasiswa lain. Bayangkan, setiap bertemu dengan dia di taman kampus, di perpus, bahkan di kantin, mahasiswa lain berduyun-duyun mengerubunginya dan berkonsultasi, dan dia selalu meladeni orang-orang tersebut dengan senyuman manisnya.

Mahasiswa ketiga. Seorang pria Jawa namun berkampung halaman di pulau Kalimantan. Paling anti dengan acara persekutuan mahasiswa, namun sempat memiliki kelompok kecil (KTB) yang aktif di semester pertamanya. Mahasiswa yang nggak pernah tahu malu dan selalu punya cara untuk membuat orang lain tertawa. Hobi nongkrong di kantin sambil ngerokok. Bisa bermain gitar. Ahlinya di dunia futsal. Pintar bergaul dan disenangi banyak orang.

Mahasiswa ini memiliki cara pelayanan yang paling unik. Saya yakin, tanpa dia sadari, dia sudah melayani banyak orang. Membuat orag selalu tertawa dengan sikap-sikapnya, selalu menjadi orang yang dewasa dan mencoba mengatur emosi ketika menghadapi masalah dan cobaan untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Amat digemari dan disayangi oleh orang-orang disekitarnya. Dan hal terlucu dari orang ini adalah, ketika dia lulus, saya sempat memberikan dia medali kelulusan dari persekutuan mahasiswa kampus kita dan ekspresinya amat sangat kaget dan bahagia. Mungkin mahasiswa yang menerimanya hanya akan menerima dan menggenggamnya, tapi mahasiswa ini enggak, tanpa basa-basi dia langsung mengalungkannya dan memamerkannya ke teman-temannya.

Dari ketiga mahasiswa ini saya melihat, bahwa pelayanan tidak sebatas pelayanan di komunitas persekutuan kristen ataupun di gereja, tetapi juga dilingkungannya. Mungkin mereka dan beberapa dari kita punya alasan tersendiri kenapa tidak terjun di dunia pelayanan persekutuan kristen ataupun gereja. Namun ternyata, pelayanan tidak sebatas itu. Dengan selalu menebarkan kasih dan membuat orang lain nyaman disekitar kita, itu adalah pelayanan, pelayanan kepada sesama. Hal ini belum tentu dimiliki oleh orang-orang yang melayani di persekutuan keagamaan. Banyak orang yang melayani langsung di persekutuan keagamaan mengatasnamakan pelayanan, ya mungkin pelayanan kepada Tuhan, tapi pelayanan kepada sesama???

Sudahkan orang-orang disekitar kamu merasa terlayani? Merasakan kasih yang kamu berikan?

Jangan pernah merasa hebat hanya karena sudah melayani di persekutuan ataupun di gereja. Bisa saja itu hanya karena ketertarikanmu, hobimu, zona nyamanmu, karena memiliki teman sepermainan di komunitas itu. Banyak orang yang melayani di persekutuan maupun di gereja dengan sekedar menjalani tugasnya, mewujudkan proker-prokernya, dll.
Haii kepada kita semua. Mari instropeksi diri. Setiap orang punya kewajiban yang sama dalam melayani dan menebarkan kasih kepada sesama, baik yang sudah terjun di dunia pelayanan keagamaan ataupun tidak. Tetapi terutama orang-orang yang terjunpelayanan  di persekutuan ataupun di gereja, sebaiknya sudah memiliki kasih dan melayani sesama. Tidak malu kah kalian kepada orang lain yang lebih bisa menebarkan kasih dan melayani sesama padahal orang itu tidak melayani Tuhan secara langsung/terang-terangan seperti kalian? Karena pada hakekatnya, orang yang telah melayani sesamanya berarti telah memuliakan Tuhan (melayani Tuhan juga secara tidak langsung).

Selamat instropeksi diri, God bless.

Advertisements

Categories: Daily Thought

Tagged as: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s