Katanya bebas, tapi . . .

“Katanya bebas, tapi tetep aja ada aturannya”

Familiar nggak sama kata-kata ini?
Iya, kalau kalian ngeh, ini adalah kata-kata di salah satu iklan di tv, promosi sebuah kartu perdana untuk telepon genggam. Karena seringnya iklan ini di tv (waktu masa-masanya), kata-kata itu dengan gampangnya melekat di otak. Hingga akhirnya gue mengalami suatu kejadian yang membuat gue berpikir “gila ya..kalimat ini ternyata nyata.”

Secara tersirat, gue akan menggambarkan kejadian itu kayak gini. Ceritanya, lo ngerjain sesuatu, yang menurut info, kerjaan lo itu bebas, suka-suka lo mau diapain juga. Tapi pas di ending, kerjaan lo itu di protes dengan alasan blablabla. Dan di otak gue, muncullah sepenggal kalimat iklan itu. Kesal untuk sesaat, karena yang dalam benak bermunculan dialog batin “kenapa nggak bilang dari awal?” “kenapa nggak dikasih tau maunya gimana?” dan segala macem dialog lainnya.

Berpikir sejenak. Ahh, namanya juga dunia. Namanya juga manusia. Sebebas-bebasnya, tetap ada aturan dan batasannya. Tapi tidakkah bisa diperjelas sejak awal daripada menuai cap penilaian buruk?

Advertisements

Categories: Daily Thought

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s