Menghabiskan Akhir Pekan di Pulau Samosir

[English or Steller version: Samosir Island]

Pulau Samosir merupakan sebuah pulau vulkanik yang berada di tengah Danau Toba, Sumatera Utara. Jadi, di dalam pulau ada pulau. Pada pulau ini, terdapat sebuah area yang ramai akan turis, namanya Tuktuk. Untuk mengakses Pulau Samosir dan area Tuktuk, terdapat dua pilihan perjalanan, yaitu dapat dilakukan dengan menyeberangi danau dengan kapal penyeberangan ataupun dengan perjalanan darat melalui sebuah jembatan di area Pangururan.

Pulau Samosir Location and Access

Pada perjalanan kali ini, kami memilih pejalanan ke Pulau Samosir melalui kapal penyeberangan, yaitu melalui Pelabuhan Ajibata. Awalnya kami hendak naik kapal feri karena sewa mobil (selama 3 hari 2 malam menjelajahi Balige-Parapat-Samosir lebih mudah jika menggunakan mobil). Namun, dikarenakan antrian masuk kapal feri yang cukup ramai dan jam berlayarnya kapal feri yang dapat di cek disini (Jadwal Penyeberangan Kapal Feri Pelabuhan Ajibata) dirasa kurang pas, akhirnya kami memutuskan untuk menyeberang menggunakan kapal penumpang sedangkan mobil dan driver kami biarkan menggunakan kapal feri. Biaya penyeberangan melalui kapal ferri adalah Rp 120.000,- hingga Rp 140.000,- per mobil (tergantung dari besaran mobilnya), sedangkan untuk kapal orang biayanya Rp 6.000,- hingga Rp 10.000,-.

Processed with VSCO with c8 preset
Kapal-kapal penyeberangan untuk orang dan sepeda motor di Pelabuhan Ajibata, Danau Toba, Sumatera Utara
Processed with VSCO with c8 preset
Geladak belakang dari kapal penyeberangan di Danau Toba, Sumatera Utara
Processed with VSCO with c8 preset
Bangku penumpang di dalam kapal penyeberangan di Danau Toba, Sumatera Utara

Sesampainya di Pelabuhan Tomok di Pulau Samosir, dikarenakan mobil kami belum sampai di Pulau Samosir, akhirnya kami memutuskan ke hotel yang berada di area Tuktuk menggunakan BETOR! (Becak Motor) Eits..jangan dikira betor disini sama seperti betor di Kota Medan yaa.. Kalau betor Medan cukup untuk 2-3 orang, betor Tomok mampu dinaiki 5 orang dewasa 1 anak kecil! (belum termasuk pengemudi loh) Hahaha.. sempat dag dig dug banget selama perjalanan, apalagi rute yang berkelok luar biasa. Naik betor seperti ini, cukup sekali lah, jangan diulangi yaa.. hahaha.

Betor Tomok, Samosir
Betor Tomok, Samosir, muat banyak! 5 penumpang dewasa, 1 anak kecil, 1 pengemudi.

Begitu sampai penginapan dan check in, kami langsung terperangah dengan view yang ditawarkan penginapan kami dong.. LUAR BIASA!

Toba Village Inn
Toba Village Inn, asik banget sih ini penginapannya

Nama penginapannya ini adalah Toba Village Inn, harganya cukup affordable sekitar 400-500 ribu/malam. Satu kamar bisa untuk 2 orang. Parkirannya pun memadai, jadi kalau teman-teman bawa kendaraan pribadi kesini bisa banget.

Sore itu kami hanya menghabiskan waktu di penginapan dan berkeliling sedikit di area luar penginapan. Karena saya butuh ambil uang di atm, akhirnya kami berjalan kaki mencari atm apapun yang ada yang nyatanya tidak ada! Sekedar informasi, di Pulau Samosir ini hanya ada ATM BRI yang lokasi antar ATM’nya dapat berkilo-kilo meter. Namun jangan takut, di beberapa warung akan ada papan informasi bertuliskan “AGEN BRI”. Itu artinya, teman-teman dapat menarik atau menyetor uang langsung dengan si penjaga warung. Jadi misalnya, saya waktu itu ingin menarik uang, lalu si penjaga warung akan meminta ATM kita untuk digesekkan ke mesin EDC BRI, lalu mereka akan transfer jumlah uang yang kita butuhkan dari rekening kita ke rekening si penjaga warung. Nah, nantinya si penjaga warung akan memberikan uang sejumlah yang ditransfer kepada kita, cash! Uang tersebut tidak keluar dari mesin manapun, tetapi merupakan uang yang memang selalu disediakan mereka sebagai agen BRI. Begitu pun cara kerja sebaliknya jika teman-teman atau penduduk setempat ingin menyetor uang ke tabungan mereka melalui agen.

Kembali lagi ke topik berkeliling di area hotel. Selama berjalan-jalan di sekitaran area Tuktuk ini teman-teman tidak perlu takut diculik atau apapun itu. Walaupun kondisi lingkungannya tidak terlalu banyak yang jalan kaki, mungkin akan terlihat sepi, tapi sebenarnya biasa aja kok, tidak seram kalau jalan sendirian juga, kalau malam-malam mungkin iya yaa, hehe..

Processed with VSCO with c8 preset
Area Tuktuk, Samosir. Sepanjang jalan kalau tidak sawah, pasti rumah yang buka warung

Karena Pulau Samosir sudah cukup terkenal untuk menjadi tujuan wisata, sejauh mata memandang pasti ada 1 hingga 5 turis mancanegara yang berlalu-lalang dalam kurum waktu 10 menit. Selama di Pulau Samosir juga kamu bisa sewa sepeda loh, bisa dibayar per jam ataupun per hari. Tempat persewaannya biasanya di rumah yang membuka usaha warung, ada banyak kok. Sayangnya, karena hari sudah mau gelap, saya mengurungkan niat untuk bersepeda sore hari.

Processed with VSCO with c8 preset
Tempat penyewaan sepedanya mudah diidentifikasi. Lihat saja jika di depan warungnya terdapat beberapa sepeda berbaris atau yang ada papan informasinya

Keesokan harinya, setelah sarapan dan check out dari penginapan, kami pergi ke Pasar Tomok untuk belanja oleh-oleh. Pasar Tomok berlokasi tidak jauh dari Pelabuhan Tomok (600 meter kea rah timur dari Pelabuhan Tomok). Ketika kamu sampai di lokasi, sebaiknya jangan langsung membeli di toko-toko depan jalan. Alangkah lebih baik jika masuk dahulu ke dalam gang-gang kecilnya, karena kamu akan menemukan “surga perbelanjaan”. Selain itu, di dalam Pasar Tomok ini, kamu juga akan banyak menemukan tenda Si Gale-Gale. Menarik banget! jadi dalam satu lokasi, pengunjung dapat berbelanja dan menikmati pertunjukan Si Gale Gale atau mungkin bagi anak-anak dan suami dapat menunggu istrinya yang sedang kalap belanja di tenda pertunjukan Si Gale Gale ini.

Processed with VSCO with c8 preset
Tanda jika kamu sudah berada di Pasar Tomok adalah kanan-kiri kamu sudah penuh dengan toko-toko yang atap bangunanya lancip-lancip seperti ini, seperti rumah adat mereka
Processed with VSCO with c8 preset
Di sepanjang jalan, kamu akan menemukan beberapa gang masuk seperti ini. Jangan ragu untuk masuk, karena yang jualan lebih banyak, dan harga harus ditawar hingga sepertiganya yaa, hehe. Oh ya, khusus Jalan Makam Sidabutar ini, di dalam gang-nya ada akses masuk untuk sekedar melihat makam Raja Sidabutar
Processed with VSCO with c8 preset
Kondisi di dalam gang-gang kecil Pasar Tomok, ramainya seperti ini nih.. Jangan bingung milih, jangan kalap juga yaaa…

Setelah oleh-oleh dirasa lengkap, kami melanjutkan perjalanan ke Museum Huta Bolon. Untuk masuk museumnya saja cukup bayar Rp 10.000,- sedangkan untuk masuk ke area yang lebih luas dan menikmati pertunjukan tarian tradisionalnya harus siap menambah biaya Rp 50.000,-. Jadi  total biaya masuknya Rp 60.000,- per orang.

Museum Huta Bolon (2)
Museum Huta Bolon. Museum-nya hanya satu bangunan ini nih. Rumah adat peninggalan rajanya, yang akhirnya dijadikan mini museum.
Processed with VSCO with c8 preset
Koleksi di dalam Museum Huta Bolon

Museumnya sebenarnya biasa saja, hanya berupa sebuah rumah adat yang isinya berbagai koleksi alat yang sering digunakan untuk keserharian orang batak pada jaman dahulu. Tapi semuanya terpuaskan ketika masuk ke area yang lebih luas yang berisi rumah-rumah adat, rumah raja, rumah penumbukan padi, rumah lumbung padi, rumah Si Gale-Gale, rumah perahu kerajaan dan makam raja. Diantara bangunan-bangunan tradisional tersebut, terdapat halaman kosong yang cukup luas. Rupanya, disini lah tempat kami akan menyaksikan tari-tarian adat oleh warga sekitar.

Processed with VSCO with c8 preset
Apa saja sih yang ada di Museum Huta Bolon????
Processed with VSCO with c8 preset
Makam Raja di Huta Bolon dibentuk seperti miniatur rumah tradisional Toba Samosir
Processed with VSCO with c8 preset
Rumah lumbung padi di Huta Bolon. In frame: juragan padi, hahaha.. enggak deh.. mereka semua partner travelling saya kali ini
Processed with VSCO with c8 preset
Nah ini… mafia padi! haha.. Jadi rumah penumbukan padinya seperti ini, jaman dulu, mereka menumbuki padinya disini. Kalau sekarang, rata-rata sudah pakai mesin semua

Anyway, untuk informasi, pertunjukkan tarian tradisional di Huta Bolon ini hanya dapat dilihat pada Senin hingga Sabtu pukul 10:30 AM dan 11:45 AM serta hari Minggu hanya di pukul 11:45 AM. Pertunjukka tersebut berada di halaman tengah di Huta Bolon Simanindo ini. Jadi teman-teman dapat sesuaikan jam kedatangan dengan jadwal pertunjukkannya yaa.

Processed with VSCO with c8 preset
Prosesi awal tarian Mangahalat Horbo. Penari membawa masuk kerbau dan diiringi musik. Kemudian kerbau digiring dan diikat di sebuah pohon. Tarian ini biasa dilakukan dalam prosesi doa warga kepada dewa mereka. Kerbau tersebut akan disembelih sebagai “korban persembahan” mereka kepada dewa
Processed with VSCO with c8 preset
Pemusik berada di bagian atap rumah adat yang menjadi latar belakang penari. Iringan musik ini sering disebut Uninguningan. Uninguningan merupakan alat musik tradisional yang sering digunakan oleh warga Batak Toba, yang biasanya terdiri dari alat musik tiup (talatoit, sulim, sarune, sordam), alat musik dawai (tanggetang, hasapi, mengmung), dan alat musik pukul (gordang, odap, hesek, taganing, ogung, garantung, jenggong, sagasaga)
Processed with VSCO with c8 preset
Prosesi awal tarian Mangahalat Horbo; berdoa agar dewa mengabulkan permohonan mereka
Tarian tradisional di Huta Bolon Simanindo (3)
Pengumpamaan saat proses pemotongan kerbau
Processed with VSCO with c8 preset
Saya (baju hitam) sebagai orang batak, jarang manortor sebenarnya. Tapi dalam satu sesi pertunjukkan ini, penari akan menari bersama penonton yang mau menjadi volunteer dalam sesi tarian bersama tuan rumah
Processed with VSCO with c8 preset
Pertunjukan tarian ditutup dengan penampilan Si Gale Gale. Si Gale Gale adalah sebuah patung kayu yang digunakan dalam pertunjukan tari saat ritual penguburan mayat suku Batak di Pulau Samosir, Sumatera Utara.  Kisahnya diambil dari cerita turun-temurun dan dipercaya oleh masyarakat. Pertunjukkan Sigale-gale tentu tidak menggunakan roh seperti dimasa lalu. Boneka yang digunakan dalam pertunjukkan, digerakkan menggunakan sistem penggerak mekanis, sehingga boneka bisa menari lincah.

Untuk detail keterangan dari tarian yang ditampilkan dapat dibaca di bawah ini yaaa, hehe.. Semoga terbaca yaa, agak malas tulis ulang soalnya.

IMG_1936
Detail keterangan tarian di Museum Huta Bolon Simanindo. Uniknya, di tempat pembelian tiket kamu dapat ambil satu kertas keterangan ini sesuai dengan bahasa yang kamu kuasai. Keterangan pada kertas ini diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, dari mulai Bahasa, English, Mandarin, Spanish, dan masih banyak lainnya

Setelah pertunjukkan selesai, kami melanjutkan perjalanan ke Balige lagi via darat, yaitu melalui Pangururan. Bagaimana kelanjutan perjalanan kami di Balige?

Untuk kelanjutan petualangan di Balige, mari kita lanjutkan di postingan selanjutnya yaa di Apa yang Menarik dari Balige?

Teaser full perjalanan dapat dilihat di vlog di bawah ini yaa..

Cheers,

Ria

Follow me on:

instagram: riasitompul

youtube: ria sitompul

 

Advertisements

2 thoughts on “Menghabiskan Akhir Pekan di Pulau Samosir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s