Makan dimana ya kalau di Pontianak?

Tujuan utama ke Pontianak sesungguhnya adalah untuk menghadiri pernikahan salah satu teman saya. Akhirnya saya memilih untuk menghabiskan akhir pekan (Sabtu – Minggu) di Pontianak. Dari itinerary yang dibuat, terdapat beberapa lokasi wisata yang dapat dikunjungi, seperti Museum Kalbar, penyusuran Sungai Kapuas, Rumah Radakng, Tugu Khatulistiwa, dan beberapa lainnya. Namun ternyata semuanya ini dapat dihabiskan dalam satu hari saja, karena ternyata Kota Pontianak sangat kecil. Yang paling sulit dihabiskan adalah WISATA MAKANANNYA !! Pontianak ternyata kaya akan kulinernya loh. Untuk itu saya memutuskan untuk membagikan informasi tentang tempat makan yang wajib dicoba jika kamu ke Pontianak dan HALAL! 

 1. BUBUR IKAN AHIAN

Tempat makan ini berlokasi di Jl. WR Supratman No.A3/27, Benua Melayu Darat (link lokasinya disini). Tempat makan ini khusus bagi kamu yang mencari sarapan atau makan siang karena mereka hanya buka dari pukul 06:00 hingga 14:00 setiap hari.

Bubur Ikan Ahian (3)
Bubur Ikan Ahian ini selalu ramai pengunjung, kadang harus waiting list juga kalau sedang ramai-ramainya dan jam makan. Tetapi worth it untuk dicoba kok.

Bubur ikan merupakan salah satu makanan khas Teociew yang tergolong dalam kategori halal di Pontianak. Walaupun disebut BUBUR IKAN, sebenarnya makanan ini berbahan dasar nasi yang dicampur dengan daging ikan yang di-fillet dan disajikan bersama kuah panas. Di Bubur Ikan Ahian ini ada dua jenis penyajian makanannya:

  1. Bubur: nasi yang dicampur langsung dengan sup ikan
  2. Sup: nasi yang dipisah dengan sup ikan-nya

Jadi jangan bingung yaa antara bubur dan sup. Intinya yang satu nasinya dicampur, yang satu lagi dipisah, hehe.

Untuk jenis ikannya, ada banyak, siap-siap pusing yaa. Jadi di tempat makan ini disediakan pilihan ikan:  ikan kakap, ikan hiu, dan ikan napoleon. Saya sedikit bingung sih kenapa mereka masih menyajikan ikan hiu, bukannya sudah dilarang untuk dikonsumsi yaa karena isu rawan akan kepunahannya? Atau ada jenis-jenis hiu yang memang dapat dikonsumsi publik? Any ideas to answer this question?

Processed with VSCO with c8 preset
Nih jenis ikan-ikannya. Terlihat sama saja kan? Bingung kan? Maka dari itu saya tanya ke penjualnya ikan apa yang paling disukai pengunjung, dan ternyata si Napoleon-lah yang paling digemari.
Processed with VSCO with c8 preset
Bubur dan sup ikan disini diracik oleh si bapak ini nih, tentu saja dia tidak seorang diri, pegawainya banyak kok, tapi paling untuk ambil-ambilin bahan dan membantu melayani pengunjung.

Okay, back to the topic. Jadi bubur dan sup ikan di tempat makan ini disajikan beserta dengan kulit ikannya dan sedikit sayuran dan daging ayam di dalamnya. Daging ikannya enak, fresh, dan tidak amis. Saat saya berkunjung kesini, saya pesannya sup ikan napoleon (sudah tanya ke penjualnya menu favorit sini), karena saya lebih suka nasi yang dipisah ketika makan kuah-kuah sih sebenarnya, hehe. Selain itu, menurut selera saya, sup ikan ini lebih enak lagi jika ditambah jeruk nipis, kecap asin, lada, dan sambal. Ahhh.. jadi kepengen lagi kan ngebayanginnya gara-gara nulis tulisan ini.

Sup Ikan Napoleon Ahian
Ini yang saya pesan nih, Sup Ikan Napoleon. Yummy~ Ini bentukan saat saya belum mulai “eksperimen” alias nambahin bumbu ini itu sesuai dengan selera lidah saya, hehe.

Kalau takut porsinya kebanyakan atau kamu membawa anak kecil, tidak perlu khawatir, karena ada porsi kecilnya, walaupun harganya hanya beda 3 ribu rupiah sih.. dan juga tidak perlu khawatir akan tulang-tulang ikan karena semua ikan yang disajikan sudah tidak ada lagi tulang-tulangnya.

Untuk harga per porsinya kalau bubur napoleon Rp 35.000, sup ikan napoleon + nasi Rp 45.000, sedangkan sup ikan kakap + nasi Rp 50.000.

2. MIE TIAU APOLLO / POLO

Siap-siap bingung kalau ke lokasi mie tiau ini, karena ada dua tempat makan yang bersampingan dan mengakui dirinya sebagai mie tiau apollo/polo, nah loh yang mana yang benerannya, haha!

Di penanda depan Mi Tiau Apollo di tulis “MIE TIAU APOLLO SEJAK TAHUN 1968. TIDAK PERNAH PINDAH”, sedangkan di penanda depan Mi Taiu Polo di tulis “MIE TIAU POLO PINDAHAN DARI SEBELAH”. Bingung kan? Haha.. Gosipnya sih Apollo dan Polo adalah kepunyaan 2 kakak-beradik, yang sama-sama ingin memegang bisnis warisan dari orangtua mereka itu. Akhirnya inilah jadinya. Terus saya pilih yang mana? Pilih yang ramai dong, haha.. nggak mau pusing banget soalnya. Malam itu, kebetulan yang ramai yang Polo, akhirnya saya mencicipi makanan di Polo deh.

Processed with VSCO with c8 preset
Mie Tiau Polo, walaupun penjualnya Chinese, tapi menu-menu yang ditawarkan disini Halal.
8. Mie Tiau Polo (5)
Saat saya kunjungi, hampir seluruh meja sudah ditempati, untung ada beberapa kursi yang masih kosong.

Di Apollo ataupun Polo ini, mereka tidak hanya menjual kwetiau saja melainkan juga nasi goreng, bakso, dan bihun goreng. Kwetiaunya juga ada berbagai jenis, dari mulai kwetiau goreng, kuah, dan siram. Walaupun yang menjadi andalan di sini adalah kwetiau goreng, tapi saya lebih tertarik mencoba kwetiau siram sapi. Ketika makanan datang, WAW! Dagingnya banyak banget, ada babat dan bagian sapi lainnya. Porsinya  juga banyak, cukup untuk dua orang. Oh ya, buat yang muslim jangan takut tidak halal, di depan etalase mereka tertulis jelan-jelas HALAL. Di Pontianak, kalau ada tulisan “Halal” atau tulisan bismillah dalam tulisan Arab, tandanya tempat makan itu dijamin Halal.

8. Mie Tiau Polo (4)
Menu di Mie Tiau Apollo maupun Polo, keduanya sama-sama menyajikan makanan-makanan ini.
Processed with VSCO with c8 preset
Mie tiau siramnya nih, topping-nya daging sapi semua gini, ah jadi ingin lagi kan..
Processed with VSCO with c8 preset
Kalau mie tiau gorengnya begini nih, yang katanya sih paling laris disini.

Satu porsi kwetiau-kwetiau disini berada dikisaran harga 20 ribu hingga 35 ribu rupiah. Lokasi tepatnya kedua tempat makan ini adalah Jalan Patimura No.63, Darat Sekip (link google maps disini). Setiap harinya mereka buka dari pukul 14:30 hingga 01:00 dini hari, setiap harinya.

3. ES KRIM ANGI

Es Krim Angi terkenal banget di Pontianak ini. Mereka selalu ramai pengunjung. Rupanya es krim ini berdiri sudah lebih dari 60 tahun silam. Selama lebih dari 60 tahun es krim ini diproduksi secara tradisional secara turun temurun.  Es Krim Angi ini sangat lembut dan disajikan dengan berbagai pilihan rasa, mulai dari coklat, vanilla, strawberry, cempedak, dan durian. Untuk isinya, Es Krim Angi menggunakan kacang merah, rumput laut, dan cincau. Uniknya, si toko Es Krim Angi ini selain es krim cup, mereka juga menyediakan es krim yang di sajikan dengan batok kelapa.

Processed with VSCO with c8 preset
Mirip es di Hong Tang, tapi wadahnya kelapa, dan ternyata Pontianak sudah menemukan racikan seperti ini terlebih dahulu ketimbang es macam ini yang lagi trend di Jabodetabek.

Selain es krim di sini juga menjual berbagai macam cemilan tradisional, seperti tart susu bikinan rumahan, pia, roti dan berbagai macam kerupuk, di sana juga terdapat bakso.

Es Krim Angi ini berlokasi tepat di seberang SMA Santo Petrus, kalau alamat lengkapnya Es Krim Angi ini Jalan Karel Satsuit Tubun No. 8, Akcaya (link google maps disini). Toko ini buka setiap hari dari pukup 08:00 hingga 17:00. Tapi semakin lama kamu datang, maka es krim di batok kelapa yang jarang kamu temui keburu habis loh, hehe.

4. DURIAN JL. HOS COKROMINOTO

Sebenarnya ini bermula dari ketidaksengajaan melihat penjual durian berderet di Jalan Hos Cokroaminoto, perjalanan ketika menuju Mie Tiau Polo. Akhirnya setelah makan mie tiau, mampir deh makan durian sebagai dessert-nya. Di sini, kamu bebas memilih pedagang manapun, (lagi-lagi) cari saja yang paling ramai, hehe. Ada tempat duduknya juga, jadi kamu bisa makan duriannya langsung disini. Harga duriannya dapat ditawar menjadi kisaran 40 ribu hingga 60 ribu rupiah. Sebenarnya duriannya masih lebih enak dan lebih besar durian Sumatera sih, tapi yaa boleh lahhh icip icip.

Processed with VSCO with c8 preset
Durian Pontinak, kecil tetapi manis. Para pedagang ini membuat tenda-tenda sepanjang jalan.

5. SERIKAYA SUKA HATI

Nah ini.. siapa pecinta srikaya??

Untuk selai srikaya, Toko Suka Hati membuat sendiri selai yang terbuat dari buah srikaya, telur bebek, dan gula. Selai srikaya ini biasanya dioleskan di pisang goreng, talas, dan roti. Manis gurih pisang selai srikaya itu beradu rasa dengan rasa kopi yang khas. Partner yang cocok untuk minum kopi pahit hitam di pagi hari. Oh ya, mereka juga punya jajanan titipan orang lain, yaitu semacam lontong isinya ebi cincang pedas yang harnganya Rp 1.500 per buah, enak banget!

2. Serikaya Suka Hati (2)
Pisang dan rotinya dilumuri selai kaya. Jarang-jarang kan lihat pisang pakai selai kaya?
Processed with VSCO with c8 preset
Ditemani kopi pahit hitam, kopi susu, atau bahkan milo, cocok banget sih untuk memulai hari.
2. snack di Serikaya Suka Hati
Ini yang juga cepat habis, dan saking ketagihannya sampai beli dibawa pulang. Entah namanya ini apa, yang jelas lontong yang isinya udang rebon.

Toko Suka Hati ini buka dari pukul 05.30 dan tutup pukul 17.30. Lokasinya di Ada saat jeda istirahat (toko tutup)  antara pukul 10.30 sampai 12.00. Toko Suka Hati hanya-lah salah satu dari puluhan warung kopi yang ada di Pontianak. Toko Suka Hati ini sendiri merupakan warung warisan yang sudah ada sejak tahun 1940.

Processed with VSCO with c8 preset
Padahal saya kesini jam 07:30 pagi, tapi ramainya… seru banget sih pagi pagi ngopi di warkop seperti ini.

Bangunan tokonya tidak istimewa. Ruang berukuran lebar ± 3 meter dan panjang ± 8 meter itu bahkan terasa sesak ketika banyak pengunjung. Ada (kurang lebih) sebelas meja yang menampung sekitar 30 pengopi. Tapi, keterbatasan ruang itu justru membuat sesama penikmat menjadi akrab, dan membuat semakin nikmat di setiap tegukan. Saat itu karena di dalam ruangan cukup penuh, akhirnya saya dan teman-teman pakai meja-kursi seadanya di teras/trotoar depan toko.

6. GLEAM CAFÉ

Salah satu ragam kuliner yang cukup terkenal khas Tionghoa di Pontianak adalah Chai Kue. Chai Kue ini tumbuh dari orang-orang Tionghoa Theochew, kelompok orang Tionghoa yang mayoritas ada di Pontianak. Chai Kue sendiri adalah makanan semacam pastel hanya kulitnya tidak digoreng, dibiarkan basah. Digolongkan sebagai kue basah. Kulitnya yang tipis tersebut terbuat dari tepung beras dan topioka yang digiling, dicampur dengan air kemudian digiling dan dibentuk adonan kulit. Sementara isinya bermacam-macam, mulai dari keladi, kucai, daging ayam, udang, sampai bengkuang. Kemudian isi Chai Kue ini dibalut dengan adonan kulit dan dikukus sampai matang.

Sajian Chai Kue ini kemudian disajikan dalam wadah dari alumunium beralaskan daun pisang. Pelengkap makan Chai Kue adalah dengan sambal yang rasanya sedikit asam. Chai Kue dicocol pada campuran sambal tadi kemudian langsung disantap. Rasanya? Jangan tanya. Sedap luar biasa.

Processed with VSCO with c8 preset
Chai Kue, biasanya harganya Rp 1.000 per kue dan biasanya juga disajikan seperti ini (khusus yang kukus) yaitu dengan minimal pesanan 10 – 15 kue.

Salah satu tempat makan yang menyediakan Chai Kue adalah Glam Café ini, yang terletak di Jalan Tamar No.3, Tengah (link google maps di sini). Glam Café buka setiap harinya dari pukul 10:00 hingga 22:00. Harga Chai Kue disini bervariasi tergantung dari jenisnya karena disini ada Chai Kue kukus dan panggang. Untuk harga Chai Kue kukus 15 ribu rupiah dan berisi 15 Chai Kue beraneka isi (Bengkuang, Keladi, Kucai, Rebung, dan Kacang), sedangkan untuk Chai Kue goreng harnya 7 ribu hingga 8 ribu rupiah untuk 2 – 3 Chai Kue dengan pilihan isi campuran udang, cumi-cumi, dan daging ayam.

Processed with VSCO with c8 preset
Tampak depan Gleam Cafe. Selain Chai Kue, mereka punya banyak menu makanan berat kok. Tapi untuk kali ini, kami hanya cicipi Chai Kue-nya, karena berniat makan siang sesungguhnya di tempat makan yang lain.

7. PONDOK KAKAP

Saat ke Pontianak, tempat makan ini sebenarnya tidak masuk dalam daftar tempat makan yang akan kami kunjungi. Awalnya kami ingin makan mie kepiting, tapi karena ternyata daftar tempat makan kepiting tersebut diragukan ke-halal-annya, akhirnya kami memutuskan makan di Pondok Kakap yang punya menu kepiting dan masuk top ten di aplikasi Tripadvisor (maaf saya anaknya Tripadvisor banget, hehe) dan ternyata Pak Jokowi juga pernah makan di sini loh. Lokasinya di Jl. Ismail Marzuki No.33A, Benua Melayu Darat (link google maps di sini) dan buka setiap harinya pukul 09:30 hingga 22:00.

Tidak menyesal sih kesini, kepitingnya enak. Harga 2 kepiting 180 ribu rupiah, kamu dapat pilih mau dibumbui apa si kepiting itu. Selain itu, masih banyak menu seafood lainnya yang tentunya porsi sharing. Jadi asik banget makan disini kalau kamu ramai bersama keluarga/tema-teman.

Processed with VSCO with c8 preset
Kepiting saus tiram.. Bumbunya enak bangeeeetttt!! Parah!! Apalagi dengan nasi yang masih hangat.

Oh ya, sembari menunggu hidangan, cobain otak-otak yang ditawarkan untuk jadi appetizer deh. Enak banget!! Otak-otaknya besar, disajikan dengan hangat, dan bumbunya juara sih.

8. WARKOP ASIANG

Warung Kopi Asiang ini terkenal dengan julukan “Kopi Ketek”. Wow! Kenapa? Rupanya karena penjualnya tanpa baju, hanya bercelana pendek. Ada-ada saja julukkan yang diberikan para pengunjungnya ini.

Tapi sayangnya ketika saya kesini, bapak yang menjadi master kopi ketek ini sedang tidak ada, yang menggantikannya anaknya yang…… GANTENG BANGET! Sampai buat salah fokus dan jadi pengen pesan atau nanya-nanya terus, HAHAHA. Ternyata saat pulang dan ngobrol dengan teman saya, benar saja, yang menilai mas/abang itu ganteng bukan hanya saya. Mana ramah dan sering senyum sama pengunjung lagi, haduh.

Oke, kembali topik. Lokasinya warkop ini di gang kecil bernama Jalan Merapi. Cukup cari saja dengan kata kunci Jalan Merapi. Jika sudah ketemu Jalan Merapi, berjalanlah ke dalam. Sekitar 300 meter, akan terlihat ramainya pengunjung duduk di pinggir jalan sambil meminum kopi. Itulah Kopi Asiang. (link google maps disini)

4. Wakop Ahiang
Ini baru ruang di satu sisi, belum di sisi yang kedua dan di teras-terasnya. Ramai banget sih warkop ini. Kalau lagi ramai banget, sampai bingung mau duduk dimana. Lama-lama bawa kursi tempel sendiri deh, hahaha..

Kalau patokan dari teman saya yang saya tanya “Lihat saja yang paling mencolok. Badan penjualnya tinggi besar, berkepala pelontos, bertato di badan dan tidak memakai baju! Cuma mengenakan celana pendek. Itu si Bapak Asiang, pemilik warung kopinya itu. Tanpa ekspresi, kalau bisa dibilang terkesan sangar, Pak Asiang begitu sibuk melayani pembeli. Tangan kiri dan kanannya terus bergerak. Tangannya sibuk menuangkan air ke sebuah wajan besar, meracik kopi, menyiapkan gelas atau cangkir, mengisi susu dan menuangkannya. Pak Asiang akan mengangkat tangan kirinya tinggi-tinggi ketika menuangkan kopi ke cangkir atau gelas. Sementara tangan kanan tak kalah sibuk mengaduk dan menyaring bubuk kopi berkali-kali yang dituangkan ke dalam teko.”

Processed with VSCO with c8 preset
Bagi para pecinta kopi, KOPI INI ENAK BANGET! Tapi biasanya orang-orang merasa kopi ini terlalu pahit dan pekat, tapi sih saya suka yaa.

Warung Kopi Asiang buka pukul 03.00 hingga 17:00. Harga kopi di warkop asiang ini, kopi hitam Rp 5.000, kopi susu Rp 7.000. Sedangkan untuk aneka kue seperti kue pisang, roti tawar, kue apem dihargai Rp 3.000. Kecuali roti selai Rp 5.000. Tapi kue-kue -nya sering habis kalau kamu ke wakop ini siangan. Biasanya kue tersebut ludes saat jam sarapan.

9. ES SHANGHAI KAFETARIA TANJUNG MULIA

Untuk kamu yang suka dengan coklat, es yang bentuknya mirip gunung ini pas banget untuk kamu! Rasa coklatnya yang terasa banget dengan sensasi es yang mencair di mulut. Ditambah dengan potongan buah nangka dicampur dengan cincau, agar-agar dan kacang merah di dalamnya. Es Shanghai di Kafetaria Tanjung Mulia ini enak banget. Dengan harga Rp 15.000 kamu sudah bisa menikmati Es Shanghai yang dapat dimakan berdua, karena besar dan banyak banget porsinya.

Processed with VSCO with c8 preset
Penampakkannya memang agak kurang menarik, tapi rasanya…. LUAR BIASA!! Segar dan enak sih ini. Cocok dengan Kota Pontianak yang hampir selalu panas.

Kafetaria ini berlokasi tepat di seberang Kaisar (link google maps di sini). Saat saya kesini mereka sudah last order dan akan segera tutup, untungnya masih keburu. Mereka tutup pukul 16:00.

 – – –

Well, ini semua yang dapat saya bagi untuk kalian. Keseluruhan tempat makan ini saya jalani hanya dengan dua hari di Pontianak. Kesembilan tempat makan ini yang paling wajib kamu kunjungi kalau ke Pontianak yaa. Selamat mencicipi!

 

Cheers,

Ria

Follow me on:

instagram: riasitompul

youtube channel: Ria Sitompul
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s