5 Lokasi Wisata yang Dapat Dikunjungi di Pontianak

Akhirnya tulisan ini jadi di posting juga, yeay!!

Jadi bulan lalu aku ke Pontianak, kota yang terkenal sebagai Kota Khatulistiwa dan sempat buat tulisan XXX. Nah, sekarang aku mau berbagi dengan kalian tentang lokasi-lokasi wisata yang dapat kalian kunjungi kalau berkunjung ke Pontianak. Karena waktu itu aku hanya 2 hari 1 malam di Pontianak, mohon maaf kalau lokasi yang aku ceritakan hanya sedikit, tapi mungkin saja akan membantu kalian. Oke kita mulai yaa.

1. Museum Kalimantan Barat

Tiket masuk Museum Kalimantan Barat
Untuk masuk ke museum ini cukup membayar 3.000 rupiah per orang, murah kan…

Museum ini letaknya di jalan protokol Kota Pontianak, di Jalan Ahmad Yani. Halamannya yang luas dan gedungnya yang cukup panjang akan menarik mata kalian sehingga kalian dapat melihatnya tulisan “Museum Kalimantan Barat” setiap kali melewatinya. Untuk masuk kesini dikenakan biaya IDR 3.000,-.. Cukup murah? Tentu, sebab museum ini dikelola oleh pemerintah. Di dalam museum ini terdapat beragam atribut yang menjadi ciri khas suku Kalimantan Barat. Tidak hanya pakaian, alat-alat ritual dan jenis ritual pun terpajang di etalase-etalase dalam museum ini. Selain di dalam bangunan, Museum Kalimantan Barat ini juga memiliki ruang outdoor dimana kita dapat melihat miniature rumah tradisional, perahu, dan peraga lainnya yang identik dengan keseharian suku-suku di Kalaimantan Barat ini.

 

Museum Kalimantan Barat
Di dalam museum ini cukup banyak etalase yang memajang atribut peninggalan bersejarah ataupun sekedar diorama yang menceritakan suku-suku di Kalimantan Barat
Baju Adat Dayak
Salah satu peraga yang menampilkan baju adat suku Dayak di Museum Kalimantan Barat ini
Jangkar di Museum Kaliamantan Barat
Ceritanya di belakang kami ini ada jangkar raksasa, entah deh ini jangkar kapal apa dan kenapa harus masuk museum ini, have no idea, hehehe..
Bagian outdoor di Museum Kalimantan Barat
Kapal yang sering digunakan warga di Kalimantan Barat biasanya yang berwarna Melayu seperti ini. Kalimantan Barat memang kental dengan ornamen Melayunya.

2. Masjid Raya Mujahidin

Masjid Raya Mujahidin Pontianak
Masjid Raya Mujahidin Pontianak, aslinya luas banget loh halamannya. Tapi karena keterbatasan waktu dan aku pakai dress dan highheels (dresscode kondangan), jadilah fotonya tidak konsentrasi, jadi seadanya. Kurang lebih penampakannya seperti ini nih..

Lokasi ini berdekatan dengan Museum Kalimantan Barat. Dikarenakan tujuan aku ke masjid ini untuk menghadiri pernikahan teman aku, maka foto-foto yang aku ambil pun terbatas. Masjid Raya Mujahidin ini menjadi landmark Islami dari Kota Khatulistiwa ini. Masjid ini selesai dibangun dan mulai digunakan pada tahun 1978. Memang tidak seperti masjid raya lainnya, masjid ini masih tergolong “muda”.

Masjid Mujahidin Pontianak
Lorongnya photoable banget kan..

3. Taman Alun Kapuas

Taman ini berfungsi juga sebagai alun-alun Kota Pontianak. Alun-alun ini terletak dipinggir Sungai Kapuas. Sedari awal, aku dan teman-teman memang berniat untuk naik perahu wisata di Sungai Kapuas. Namun, karena Pontianak terkenal panas dan nyatanya memang panas, maka kami memutuskan untuk naik perahu tersebut di malam hari. Untuk naik perahu wisata berkeliling Sungai Kapuas, kamu bisa menaikkinya dari Taman Alun Kapuas ini. Terdapat beberapa perahu wisata yang mengantri. Kamu dapat memilih akan menaikki perahu manapun, misal kamu mau yang full music, atau lampunya yang warna-warni, atau perahu yang sekaligus menjual makanan yang enak. Tapi ingat, perahu yang akan jalan pertama adalah perahu yang baris paling depan. Biasanya jarak waktu keberangkatan antar perahu adalah setengah jam tetapi sebenarnya bergantung dari jumalh penumpang, kalau perahu cepat penuh maka akan langsung berangkat, seperti angkot.

Untuk naik perahu wisata ini, kamu perlu membayar IDR 15.000,-. Di dalam perahu, biasanya ada minibar yang menjual makanan dan minuman, harganya beragam dari mulai IDR 6.000 – 25.000,-.

Perahu di Sungai Kapuas
Perahu wisata ini biasanya bertingkat, kalian bebas memilih tempat duduk, seru kan.. Tapi kalau naiknya pas malam hari, jangan lupa bawa jaket yaa, anginnya lumayan banget.

Selain perahu wisata, di Taman Alun Kapuas ini juga terdapat miniatur dari Tugu Khatulistiwa. Jadi, untuk kamu yang tidak sempat ke Tugu Khatulistiwa dapat berpose di depan miniatur tugu ini. Hampir mirip kok, hehe..

Miniatur Tugu Khatulistiwa di Taman Alun Kapuas
Ini aku dan teman-teman ceritanya mau foto di depan “Tugu Khatulistiwa KW ” ini, tapi apa daya, ternyata gelap banget, haha..

4. Rumah Radakng

Rumah Radakng
Dari depan saja sudah “menggiurkan” gini kan, minta banget untuk dikunjungi

Sebenarnya, aku dan teman-teman mampir ke lokasi ini secara tidak sengaja, karena tidak masuk dalam itinerary kami. Awalnya, ketika kami akan menuju hotel, kami melewati lokasi ini, yaitu di Jalan Sultan Syahrir, dan menurut aku menarik untuk dikunjungi. Hingga akhirnya aku dan satu orang teman aku merencanakan untuk mampir sebentar keesokan hari. Tapia pa yang terjadi? Malah serombongan kami mampir ke Rumah Radakng sehabis sarapan di luar hotel dan belum mandi, hahaha..

Rumah Radakng
Berfoto saat belum pada mandi, haha. Tinggi banget kan rumahnya, dibanding kita yang manusia biasa, jadi seperti kurcaci.

Rumah Radakng ini unik banget, rumahnya yang tinggi sekali dan tangga dari pohon yang unik menyita perhatian aku. Rumah Radakng ini merupakan rumah adat suku Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat. Ciri khas dari rumah adat ini adalah kolong atau pondasi rumah yang tinggi, yang ternyata untuk perlindungan dari binatang buas dan musuh, serta memiliki beberapa bilik untuk dihuni oleh beberapa keluarga (1 rumah digunakan untuk beberapa keluarga).

Pilar/Pondasi Rumah Radakng
Pondasinya tinggi sekali yaa, besar sih tidak begitu, tetapi tinggi Pattern yang menghiasi pondasi-pondasi ini pun diukir sesuai pattern khas suku Dayak
Tangga dari pohon di Rumah Radakng
Kalau pada takut menaikki tangga ini, ada tangga alternatifnya kok, yang lebih manusiawi. Jujur saja, sewaktu menaiki tangga ini, aku sempat dag dig duar, karena curam dan kecil sekali ruang menapaknya. Tapi tangga pohon ini terasa kokoh sekali.

Rumah Radakng ini dubuat karena keberadaan rumah adat Dayak Kanayatn ini sudah mulai punah keberadaannya. Untuk dapat mengingat dan melestarikan budayanya, maka dibangunlah Rumah Radakng ini, dan ternyata….. rumah ini mendapatkan gelar dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai rumah adat terbesar di Indonesia. Setelah aku cari infonya, ternyata untuk bangunannya saja, Rumah Radakng ini memiliki panjang 138 meter dan lebar 5 meter, serta dapat menampung lebih dari 600 orang.

Rumah Radakng Kalimantan Barat
Kalau dari teras atasnya, penampakkannya seperti ini. Di sisi kirinya berderet bilik-bilik untuk ruangan setiap keluarganya.

Pada area Rumah Radakng ini, juga terdapat rumah adat Melayu. Saya kurang tahu sih dalam rangka apa ada rumah adat Melayu di komplek Rumah Radakng ini. Di belakang rumah adat Melayu ini juga ada bangunan bertingkat (seperti kantor) tapi sudah tak berpenghuni, hiiiiii~

Rumah Melayu di area Rumah Radakng
Nah ini nih Rumah Melayu yang aku bilang, letaknya masih satu area dengan Rumah Radakng. Aku kurang tahu bangunan ini difungsikan sebagai apa, karena kami berkunjungnya terlalu pagi, jadi tidak ada orang/penjaga yang dapat kami tanya

Anyway, masuk ke areah Rumah Radakng ini gratis yaa..

5. Tugu Khatulistiwa

 

Tugu Khatulistiwa
Aku bahagia~ Hidup sejahtera di khatulistiwa~ Loh kok malah nyanyi. Yang tahu lagu ini berarti sudah cukup berumur yaa, haha.. Akhirnya ku menginjakkan kaki di bentang khatulistiwa, YEAY!!

Kurang pas sepertinya kalau berkunjung ke Kota Khatulistiwa tanpa mengunjungi Tugu Khatulistiwa. Karena ini kali pertamanyas aku ke Pontianak, aku sangat antusias, bahkan untuk Tugu Khatulistiwa pun aku menaruh ekspetasi yang cukup tinggi. Tapi sayangnya Tugu Khatulistiwa ini tidak seperti yang aku bayangkan. Areanya cukup kecil, tugunya pun berada di dalam ruangan yang menurut aku cukup kecil juga. Aku sudah membayangkan tugunya tinggi sekali dan besar, ehhh.. tidak tahunya, hahaha. Perawatan bangunannya sangat minimal sekali. Yaahh.. aku sih tidak banyak protes, karena untuk masuk kesini juga gratis jadi sedikit memahami dengan pemandangan yang aku lihat, hehe. Tapi setidaknya, aku sudah pernah kesini dan tahu.

Tugu Khatulistiwa
Penampakkan ruangan di dalam Tugu Khatulistiwa. Yaa.. beginilah, hehe..

Di dalam bangunan ini, kamu bisa melihat beberapa informasi tentang bumi dan jagat raya. Penjaganya pun selalu ramah jika kita bertanya. Oh ya, jika kamu ingin mendapat piagam pernyataan bahwa kamu telah berkunjung ke Tugu Khatulistiwa, tinggal minta saja yaa ke bapak penjaganya, nanti akan dibuatkan sesuai nama kamu. Gratis!

Sekian yaa informasi dari aku tentang Kota Pontianak. Semoga bermanfaat!

Cheers,

Ria

 

Follow me on: instagram: riasitompul

youtube channel: Ria Sitompul

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s